Video Toraja

Mampukah Gubernur Sulsel Menuntaskan Masalah Pariwisata di Toraja?

Anda dapat mengirimkan opini / pandangan, Apa Yang Harus Dilakukan Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel Terpilih 2013-2018. Realisasikan Janji-Janjinya Dalam PROGRAM 100 HARI. Sertakan jati diri dan foto ukuran 295x170 pixel. Redaksi Akan letakkan Foto anda disamping pandangannya. Pandangan Anda Turut Mengawal Yang Terpilih Ingat Akan Janji-Janjinya, Juga Menjadi Saksi Sejarah Tercatat Dalam 5 Tahun Kedepan. . Silahkan Berkomentar, Dengan Mengisi Kolom Dibawah Ini:
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3612
mod_vvisit_counterKemarin12113
mod_vvisit_counterMinggu ini65621
mod_vvisit_counterMinggu kemarin84327
mod_vvisit_counterBulan ini310650
mod_vvisit_counterBulan Kemarin313447
mod_vvisit_counterTotal3094999

We have: 264 guests online
IP anda: 54.234.42.16
 , 
Today: Mei 24, 2013
-Kadis Disperindag Tator: Wawasan Entrepreneur,Keberlangsungan Produksi Penting Ditingkatkan (1)-

Editor: KTC02, Reporter: Papa Jeff

KABAR-TORAJA.COM- Tana Toraja- Salah satu kendala memajukan usaha ekonomi masyarakat adalah produksi dalam daerah tidak memenuhi target yang diharapkan, olehnya itu, pemerintah daerah mengharapkan adanya koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait, juga mendorong pemahaman masyarakat terkait pentingnya berwawasan wirausaha.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Tana Toraja, Lexianus Lintin, Jumat (20/7/2012) di Makale.

Ditemui kabar-toraja.com diruang kerjanya, Lexianus mengatakan, Dinas Peternakan Dan Perikanan, Dinas Pertanian maupun Dinas Koperasi UMKM perlu mengadakan suatu hubungan kerja yang terkoordinatif.

“Keberhasilan suatu program perlu koordinasi yang baik antar lintas sektoral yang mempunyai keterkaitan program” imbuhnya.

Teknologi pasca panen pertanian seperti kentang, ubi jalar, markisa dan tamarillo yang perlu disinergikan dengan instansi terkait, agar hasil panen masyarakat lebih maksimal. “Hal ini akan memiliki nilai tambah bila dimasukkan dalam industri” tuturnya.

Kendala utama yang kini harus dibenahi adalah belum banyak orang memiliki jiwa entrepreneur yang berjiwa industri. Menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja ini, perlu sosialisasi secara terus menerus yang diiringi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat.

“Dengan demikian masyarakat mengetahui bahwa sektor industri benar memiliki potensi peningkatan ekonomi kerakyatan” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut melihat kondisi yang ada, kata dia, yakni dengan meningkatkan teknologi pasca panen. Masyarakat akan didorong untuk lebih memacu kualitasnya dalam penanaman jagung, kentang dan ubi jalar.

Apakah sampai disitu kendala yang harus diatasi, menurutnya hal lain yang mesti dicarikan jalan keluarnya, yakni bagaimana memanfaatkan secara maksimal hasil panen tersebut.

“Apakah sebagian dikonsumsi oleh masyarakat dalam daerah dan sebagiannya lagi dilempar ke pasar, hal ini harus dipikirkan jalan keluarnya” terang Lexianus.

Pasar Tidak Masalah, Pengusaha Siap Menampung

Untuk menampung hasil panen, jaringan pasar sudah ada. Bahkan kata dia, jaringan pasar telah terbentuk, bahkan ada pengusaha di Makassar yang siap membelinya. Yang dibutuhkan hanyalah kesinambungan tersedianya produksi.

Butuh kejelasan berapa besar panen yang akan dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Persoalan kontinuitas sangat dibutuhkan.

Menurutnya, harus ada kejelasan teknologi yang harus dirancang sedemikian rupa agar produksi yang berkesinambungan tidak akan putus.

“Misalkan produk Markisa, sudah siap ditadah hasilnya, namun target produksi harus jelas waktunya untuk memenuhi permintaan” imbuhnya.



Tags: Enterpreneur  Produksi  
Share/Save/Bookmark
 



banner banner
banner
banner
Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.