DIULANG TAHUNNYA YANG KE-6 TORAJA UTARA

Dibawah ini Menurut Anda Yang harus Dibenahi di Toraja Utara: A. Infrastruktur B. Sarana Dan Prasarana. C. Pejabat Berkompeten (SKPD) Untuk mengirim tanggapan ISI KOLOM dibawah INI. Atau kirim ke email: kabartoraja@gmail.com atau via FB kabartoraja.
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?

Video Toraja

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5147
mod_vvisit_counterKemarin14966
mod_vvisit_counterMinggu ini72613
mod_vvisit_counterMinggu kemarin52496
mod_vvisit_counterBulan ini251002
mod_vvisit_counterBulan Kemarin325335
mod_vvisit_counterTotal8012635

We have: 134 guests, 1 members online
IP anda: 54.234.128.25
 , 
Today: Jul 26, 2014
Menyedihkan, Longsor di Sillanan Belum Teratasi Lumpuhkan Transportasi di Penghujung Tahun

Selain Lumpuhkan Transportasi Juga Brdampak Ekonomi dan Aktivitas Sosial Warga  

Editor: KTC01, Reporter: Papa Eva

KABAR-TORAJA.COM-Tana Toraja- Bencana longsor di Kalean Lembang Sillanan kecamatan Mengkendek sejak 12 Desember 2011 lalu sepanjang 30 meter melumpuhkan arus lalulintas poros Sillanan, Buntu dan Perindingan, disorot masyarakat dan pemerintah setempat. Baca: Lakean Langganan Longsor.

Pasalnya sudah 10 hari badan jalan tertutup material longsor dari gunung Kalean hingga sekarang belum juga kunjung selesai dikerjakan Dinas tehnis daerah, meskipun skapator sudah berada dilokasi.

Kepala Lembang Sillanan Marten Galigo, ditemui “BKM” dilokasi longsor jelaskan sejak poros Buntu dan Marinding lumpuh total sudah banyak masyarakat yang mengeluh kepadanya.

Sebab bulan Desember selain perayaan natal, juga musim pesta dan deatline penyelesaian proyek, yang seharusnya pemerintah daerah melihat padatnya acara di tengah masyarakat bencana longsor di Sillanan segera teratasi, kata Marten Galigo.

Diakaui pensiunan TNI di  Papua ini, pembersihan lumpur sudah dilakukan namun karena tanah bercampur air saat hujan turun terus bergerak dari gunung cukup banyak, ahirnya kembali badan jalan tertutup. Selain diselimuti lumpur badan jalanpun licin sehingga melumpuhkan perekonomian masyarakat kecamatan Gandangbatu Sillanan.

Atas kondisi ini material bangunan seperti semen dan lainnya terpaksa digotong masyarakat dengan tenaga manual hingga kelokasi proyek, imbuh Marten Galigo.

 

Play Group Agape


Agape Play Group dan Penitipan Anak

banner

Tour And Travel

Permata Travel

JOKOWI Atau PRABOWO?

Pilih Pasangan Capres-Cawapres Anda Ini
 

Penulis Pariwisata Toraja


lintas7.com



Jakarta Punya Berita
Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.