DIULANG TAHUNNYA YANG KE-6 TORAJA UTARA

Dibawah ini Menurut Anda Yang harus Dibenahi di Toraja Utara: A. Infrastruktur B. Sarana Dan Prasarana. C. Pejabat Berkompeten (SKPD) Untuk mengirim tanggapan ISI KOLOM dibawah INI. Atau kirim ke email: kabartoraja@gmail.com atau via FB kabartoraja.
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?

Video Toraja

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1906
mod_vvisit_counterKemarin15537
mod_vvisit_counterMinggu ini54406
mod_vvisit_counterMinggu kemarin52496
mod_vvisit_counterBulan ini232795
mod_vvisit_counterBulan Kemarin325335
mod_vvisit_counterTotal7994428

We have: 179 guests, 1 members online
IP anda: 54.226.148.122
 , 
Today: Jul 25, 2014
Objek Wisata Lombok Parinding Perlu Dijaga Keberadaannya  E-mail
Ditulis oleh Editor:KTC01/Reporter: Haris Kambotu. Ket. Foto: Yim Sosbud NKRI Koridor Sulawesi Sub Korwil VII Tana Toraja, saat menelusuri Lombok Parinding on Minggu, 28 April 2013 19:54   

"Penelusuran (Tim Sosbud) Tim Ekspedisi NKRI Sub Korwil VII Tana Toraja"


KABAR-TORAJA.COM- Toraja Utara- Objek wisata (OW) di wilayah Toraja Utara memang terkenal lebih banyak dibanding Tana Toraja. Lokasi wisata ini mengelilingi wilayah kota Rantepao, ibu kota Kabupaten Toraja Utara (Torut). OW yang banyak berada pada bagian luar kota Rantepao ini selain harus dikembangkan juga wajib dijaga keberadaannya.

Seperti Lombok Parinding misalkan. OW yang terletak di dusun Parinding Matampu Kecamatan Sesean, kurang lebih 7 km dari kota Rantepao. wilayah ini merupakan goa alam yang didalamnya terdapat banyak peti tua (erong) yang digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah.

OW ini mendapat perhatian Tim ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi Sub Korwil VII Tana Toraja, Sosial Budaya (Sosbud), saat mengunjungi Lombok Parinding belum lama ini Jumat (26/4/2013) lalu.

Humas Tim Sosbud Haris kambotu melalui rilis resminya mengatakan, tak ada informasi lengkap melalui data tertulis tentang OW yang cukup bersejarah ini. Perihal mengenai Lombok Parinding ini tim Sosbud banyak diceritakan warga setempat, Sappan, yang banyak menceritakan perihal Lombok Parinding.

Dikatakan Haris kambotu dari hasil turun dilokasi ini, pengunjung akan banyak menemukan erong yang masih tersusun rapih ditumpuk jadi satu dibeberapa tempat.

Untuk sampai ke goa alam ini pengunjung akan menjumpai undakan anak tangga yang dikelilingi hutan bambu. Suasana asri pedesaan identik dengan rindang pepohonan dan sedikit bernuansa mistis cukup terasa.

'Kondisi erong yang dibiarkan terkena hujan dan panas menyebabkan benda bersejarah itu terlihat kurang terurus. Banyak yang sudah lapuk dan tengkorak dibiarkan berhamburan,” ujar Haris usai mengunjungi lokasi ini.

Adapun ukiran dengan motif Toraja pada permukaan erong masih terlihat jelas. Selain itu lanjut Haris juga terdapat ukiran tembus yang menandakan usia erong sudah ratusan tahun.

Disebabkan asal usul goa alam ini yang tidak begitu jelas, banyak masyarakat sekitar lantas mengklaim erong tersebut milik keluarga mereka.

Sangat disayangkan ukiran pada Erong yang punya nilai sejarah dan indah banyak dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutur Haris.

Tak hanya itu ulah pengunjung yang tidak peduli akan nilai sejarah-kebudayaan, ditandai dengan tindakan vandalisme (corat-coret) pada beberapa tengkorak yang ada disitu.

Lokasi wisata ini sangat berpotensi dijadikan destinasi wisata budaya. Karena goa alam yang dipenuhi erong yang banyak dihiasi ukiran motif Toraja tembus,” tutup Haris

Berita hasil penelusuran Tim Ekspedisi NKRI Sub Korwil VII Tana Toraja lainnya, baca:

 



 

Play Group Agape


Agape Play Group dan Penitipan Anak

Kantor Berita Radio Nasional

KBR86H logo

banner

Tour And Travel

Permata Travel

JOKOWI Atau PRABOWO?

Pilih Pasangan Capres-Cawapres Anda Ini
 

Penulis Pariwisata Toraja


lintas7.com



Jakarta Punya Berita
Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.