Usung Calon Presiden Anda

Kirim tanggapan/komentar Calon Presiden anda sesuai urutan Poling ke email: kabartoraja@gmail.com atau via FB kabartoraja. Sertakan foto format Jpeg, ukuran 4x6 atau lebih (close up), foto akan diletakkan di samping pandangan anda. Untuk mengirim tanggapan ISI KOLOM dibawah INI
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?

Video Toraja

Caleg DPR-RI Samuel Parantean Dapil Sulsel 3


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini4200
mod_vvisit_counterKemarin9642
mod_vvisit_counterMinggu ini53466
mod_vvisit_counterMinggu kemarin65760
mod_vvisit_counterBulan ini229765
mod_vvisit_counterBulan Kemarin323907
mod_vvisit_counterTotal7009975

We have: 242 guests online
IP anda: 54.198.202.148
 , 
Today: Apr 25, 2014
Polisi Bongkar Perdagangan ABG di Hotel King Cross PDF Cetak E-mail
Berita | Headline

kabar-toraja.com - Perilaku perdagangan ABG makin gila. Lihat saja kepolisian berhasil mengungkap perdagangan ABG yang hendak dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK).

Kepolisan Jakarta Utara mengungkap perdagangan perempuan dibawah umur alias ABG di Hotel King Cross Komplek Kokan Permata Kelapa Gading Blok C No 9 - 12A, 33-37 Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (30/07/11).

Sebelumnya pada enam bulan lalu pihak keluarga telah melaporkan kehilangan putrinya yang bernama Eneng ke polisi.

Dari laporan tersebut pihak Kepolisian yang dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian, AKP K Sianipar lalu menyelidiki Hotel King Cross yang menyekap Eneng. Polisi pun akhirnya bisa membebaskan ABG itu yang akan dijadikan budak seks para lelaki hidung belang.

"Kami mendapat laporan dari pihak keluarga, dari laporan tersebut, petugas langsung melakukan pencarian di lokasi atau hotel yang disebutkan," jelas AKP K Sianipar.

Penyekapan Eneng sebelumnya sudah diketahui oleh keluarga melalui pesan SMS yang disampaikan korban kepada Okta, kakak kandung Eneng.

Pihak keluarga pun sudah beberapakali mendatangi Hotel King Cross dan meminta Eneng dikembalikan, namun tidak berhasil.

Menurut keterangan Kakak kandung korban, Eneng sulit keluar karena harus membayar ganti rugi sebesar Rp26 juta kepada manajemen Hotel King Cross.

"Untuk berhenti bekerja di hotel tersebut, Eneng harus membayar ganti rugi kepada pihak manajemen sebesar Rp 26 juta rupiah. Uang dari mana," jelas Okta.

KBC- M. Jokay

 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Play Group Agape


Agape Play Group dan Penitipan Anak

Caleg DPR David Payung

David Payung Caleg DPR dari PKPI Perjuangkan Basis Budaya dan Perekat Etnik di Sulsel

Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.