SMK Kr Harapan Rantepao

SMK Kr harapan Rantepao

Poling Balon Bupati Toraja Di Pilkada 2015

Menurut Anda Siapakah Balon Bupati Toraja Utara yang pantas maju di Pilkada 2015: 1. EDIE RANTE TASAK 2. DAVID PAJUNG . 3. F.B.SORRING.4. F.B.ROMBELAYUK. 5. YOHANIS BASSANG 6. LEWARAN RANTELA'BI'.7.YERVIS PAKAN.8.JAFFRAY BITIKAKA. Kirim tanggapan ISI KOLOM dibawah INI. Atau ke email: kabartoraja@gmail.com atau via FB kabartoraja
Email:
Judul:
Pesan:
Pertanyaan anti spam: Berapa jumlah mata manusia?

Video Toraja

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6758
mod_vvisit_counterKemarin11747
mod_vvisit_counterMinggu ini52701
mod_vvisit_counterMinggu kemarin65806
mod_vvisit_counterBulan ini243921
mod_vvisit_counterBulan Kemarin367980
mod_vvisit_counterTotal9258288

We have: 93 guests online
IP anda: 54.161.192.130
 , 
Today: Nov 28, 2014
Polisi Bongkar Perdagangan ABG di Hotel King Cross PDF Cetak E-mail
Berita | Headline

kabar-toraja.com - Perilaku perdagangan ABG makin gila. Lihat saja kepolisian berhasil mengungkap perdagangan ABG yang hendak dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK).

Kepolisan Jakarta Utara mengungkap perdagangan perempuan dibawah umur alias ABG di Hotel King Cross Komplek Kokan Permata Kelapa Gading Blok C No 9 - 12A, 33-37 Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (30/07/11).

Sebelumnya pada enam bulan lalu pihak keluarga telah melaporkan kehilangan putrinya yang bernama Eneng ke polisi.

Dari laporan tersebut pihak Kepolisian yang dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian, AKP K Sianipar lalu menyelidiki Hotel King Cross yang menyekap Eneng. Polisi pun akhirnya bisa membebaskan ABG itu yang akan dijadikan budak seks para lelaki hidung belang.

"Kami mendapat laporan dari pihak keluarga, dari laporan tersebut, petugas langsung melakukan pencarian di lokasi atau hotel yang disebutkan," jelas AKP K Sianipar.

Penyekapan Eneng sebelumnya sudah diketahui oleh keluarga melalui pesan SMS yang disampaikan korban kepada Okta, kakak kandung Eneng.

Pihak keluarga pun sudah beberapakali mendatangi Hotel King Cross dan meminta Eneng dikembalikan, namun tidak berhasil.

Menurut keterangan Kakak kandung korban, Eneng sulit keluar karena harus membayar ganti rugi sebesar Rp26 juta kepada manajemen Hotel King Cross.

"Untuk berhenti bekerja di hotel tersebut, Eneng harus membayar ganti rugi kepada pihak manajemen sebesar Rp 26 juta rupiah. Uang dari mana," jelas Okta.

KBC- M. Jokay

 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Pallawa Airsoft Squad

Pallawa Airsoft Squad

Hakcipta © 2011 Kabar Toraja. Semua Hak Dilindungi.